Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2013

Kedai Es Kopi Tak Kie: Secangkir Masa Lampau (Bagian 2)

Tahun 1927 yang terjebak dalam secangkir kopi
Jemari A Yau melambai ke arah seorang pria di meja seberang, bibirnya menyunggingkan senyum ramah. Penampilan pria di meja seberang itu tidak kalah kuno dari kedai kopi Tak Kie. "Itu salah satu pelanggan setia kopi sini. Saya temani minum kopi sesekali," ujar A Yau sambil terkekeh. Mau tidak mau, saya ikut melambai ke arah pria kuno itu, dengan senyum kikuk.

Beberapa orang dari meja lainnya kemudian ikut melambai ke arah meja saya dan A Yau. Jemari A Yau pun kembali mengayun. Dan saya, lagi-lagi tidak punya pilihan lain selain ikut melempar senyum kikuk ke arah wajah-wajah asing itu. Wajah mereka memaksa ingatan saya kembali pada wajah pemeran figuran dalam film-film yang dibintangi Jacky Chan atau Andy Lau. "Itu yang duduk di pojok, dia orang jauh-jauh dari Tangerang ke sini cuma buat ngopi," A Yau merendahkan suaranya, seakan memastikan bahwa ucapannya hanya didengar oleh saya. Khayalan saya pun buyar.

Para penyeruput kopi kembali sibuk di meja masing-masing. Suara-suara dari mulut mereka beradu dengan deru kipas angin yang menggantung di langit-langit. "Makanya barongsai saya larang masuk ke sini. Bisa-bisa makin berisik," telunjuk A Yau mengarah ke kertas peringatan Barong Sai!!! Dilarang Masuk yang tampaknya ditempel sembarangan di bagian depan kedai.

  

Sabtu, 07 September 2013

Kedai Es Kopi Tak Kie: Secangkir Masa Lampau (Bagian 1)



Masa lampau berwarna coklat susu, siang itu meluncur di tenggorokan saya. Membuka cerita dengan rasa manis, memercikkan rasa asam yang pas, dan menyisakan pahit yang nyaman di ujung rasanya. Saya pun terbawa kembali ke tahun 1927, saat Liong Kwie Tjong mulai membuka kedai kopi Tak Kie.

Kwie Tjong sedang berdiri di samping gerobak kopinya. "Tak Kie dalam bahasa Cina berarti orang bijak dan sederhana yang diingat selamanya," ujar Kwie Tjong ke pada saya, sambil meracik es kopi hitam andalannya. Es kopi hitam yang sama, yang saya minum di tahun 2013.