![]() |
| Tahun 1927 yang terjebak dalam secangkir kopi |
Beberapa orang dari meja lainnya kemudian ikut melambai ke arah meja saya dan A Yau. Jemari A Yau pun kembali mengayun. Dan saya, lagi-lagi tidak punya pilihan lain selain ikut melempar senyum kikuk ke arah wajah-wajah asing itu. Wajah mereka memaksa ingatan saya kembali pada wajah pemeran figuran dalam film-film yang dibintangi Jacky Chan atau Andy Lau. "Itu yang duduk di pojok, dia orang jauh-jauh dari Tangerang ke sini cuma buat ngopi," A Yau merendahkan suaranya, seakan memastikan bahwa ucapannya hanya didengar oleh saya. Khayalan saya pun buyar.
Para penyeruput kopi kembali sibuk di meja masing-masing. Suara-suara dari mulut mereka beradu dengan deru kipas angin yang menggantung di langit-langit. "Makanya barongsai saya larang masuk ke sini. Bisa-bisa makin berisik," telunjuk A Yau mengarah ke kertas peringatan Barong Sai!!! Dilarang Masuk yang tampaknya ditempel sembarangan di bagian depan kedai.

